Juni 05, 2020

Pendaftaran Santri Baru hanya dapat dilakukan secara online saja selama masa Pandemi Covid-19 sampai situasi kembali normal.

Klik sini untuk Persyaratan

Sejarah

Pesantren Wisata Al-Qur'an - Dewan Guru

I. SEJARAH SINGKAT

Oktober 1973 di Kabupaten Pangkep, ±50 KM ke arah utara kota Makassar, Anwar Alif memulai dakwahnya, turut andil dalam kegiatan kemasyarakatan untuk menggiring budaya kearifan lokal yang identik dengan adat istiadat keluhuran serta pengaruh kepercayaan animisme, kepada budaya islami sesuai dengan keteladanan dan sunnah Rasulullah SAW. Sebagai seorang pemuda, alumni Pendidikan Guru Agama dan Lulusan pertama Pesantren Darul Istiqamah Maccopa, ia banyak menghabiskan waktunya membaca buku buku literatur klasik dan modern untuk kemudian pengetahuannya diterapkan dalam kegiatan kemasyarakatan seperti pernikahan, kematian, dan pengajian-pengajian. Bak gayung bersambut, dakwah-dakwahnya banyak diterima masyarakat walaupun tidak sedikit juga yang menghalanginya, bahkan dari unsur pemerintah setempat yang kala itu adalah masa orde baru.

Adalah organisasi Muhammadiyah yang pertama kali merekrut Anwar Alif untuk berkecimpung dalam keorganisasian kepemudaannya, ia kemudian menjelma menjadi pemeran utama dalam sejarah kemajuan Muhammadiyah di Kabupaten Pangkep. Puncaknya ialah tahun 1976 ia mewakafkan diri sebagai pengurus Muhammadiyah dan sekaligus ia merintis amal usaha Panti Asuhan Mattoangin yang dengan singkat telah berkembang pesat dan menjadi basis dakwah, dan menyedot banyak perhatian tokoh-tokoh masyarakat di Sulawesi Selatan.

Prinsip amal jariyah ialah “membangun dan menghidupkan ummat berarti menghidupkan diri sendiri”, dan perinsip perekat ummat ialah “berdiri di atas dan untuk semua golongan” atas dasar inilah dan dengan keteguhan hatinya, pada tahun 1991, Anwar Alif kemudian memilih untuk tidak berapiliasi dengan kelompok dan golongan tertentu, ia bahkan mengundurkan diri sebagai pengasuh Panti Asuhan Mattoangin yang telah ia rintis dan besarkan. Ia juga tidak lagi aktif sebagai pengurus Muhammadiyah Kabupaten Pangkep. Ia lebih memilih untuk berdiri di atas dan untuk semua golongan dengan merangkul semua tokoh-tokoh masyarakat, baik dari Muhammadiyah maupun dari Nahdhatul Ulama (NU) dan Darul Dakwah wal Irsyad  (DDI).

Pada tahun itu pula yakni 1991 Anwar Alif mendirikan Yayasan Mujahidin, nama yang disesuaikan dengan sebuah Masjid Mujahidin di tengah kampung Palampang. Tentu saja dengan dukungan besar dari tokoh tokoh masyarakat Palampang yang salah satunya adalah Bapak Haji Abdul Hamid Yunus, keseharian beliau disapa Haji Mide. Masjid itu kemudian menjelma menjadi pusat kegiatan dakwah terbesar di Kabupaten Pangkep, sebagai penghargaan atas keikhlasan dan dukungan yang telah beliau curahkan, Haji Mide diminta secara khusus oleh Anwar Alif untuk menjadi Ketua Yayasan Mujahidin Pangkep hingga akhir hayatnya. Anwar Alif kemudian mendedikasikan karya pemikirannya dalam membangun masjid tersebut menjadi pusat dakwah dan pendidikan Islam. Hingga tanggal 11 Desember 1991 telah resmi didirikan Yayasan Mujahidin Pangkep (YMP) dengan amal usaha pertama saat itu adalah Panti Asuhan Mujahidin berbasis pendidikan formal yaitu Madrasah Tsanawiyah Mujahidin merupakan sekolah formal setingkat SMP di bawah naungan Departemen Agama.

Adapun kegiatan belajar para siswa saat itu dipusatkan di dalam masjid, sedangkan kegiatan asrama dipusatkan di rumah kediaman Bapak Haji Haerong, salah seorang simpatisan DDI, yang tidak jauh dari Masjid Mujahidin. Berkat keikhlasan Bapak Haji Haerong pulalah serta sumbangsih yang tak ternilai itu, maka beliau pun diangkat menjadi Ketua Panti Asuhan Mujahidin hingga akhir hayatnya. Sederet penghargaan skala nasional pun telah disandangnya dari Presiden Soeharto kala itu.

Perkembangan Yayasan Mujahidin Pangkep seiring dengan berkembang pesatnya pembangunan Masjid Mujahidin dari masjid sederhana menjadi masjid besar berlantai dua tersebut tidak luput dari cerita kelam perebutan pengaruh dan persaingan kepengurusan masjid, memaksa Anwar Alif untuk kesekian kalinya mengundurkan diri dari kepengurusan masjid, ia kemudian memilih untuk menghimpun daya dan upaya membesarkan Yayasan Mujahidin Pangkep secara terpisah dari Masjid Mujahidin, bersama dengan istrinya Andi Darwisah dan beberapa pengikut setia dari para mantan muridnya, ia mewakafkan diri dan materinya.

Awal mula perjuangan itu ditandai dengan penggalangan dana secara langsung dari pintu ke pintu diprakarsai oleh bunda Andi Darwisah, yaitu istri Anwar Alif, sebagai modal membangun dan membebaskan tanah sawah di jalan poros Pangkajene Bungoro untuk selanjutnya diwakafkan dan menjadi cikal bakal Pondok Pesantren Mujahidin Pangkep.

Alhamdulillah, cita-cita mulia itu terwujud yakni pada tahun 1993, dengan keteguhan dan keikhlasan serta dukungan dari para simpatisan, Yayasan Mujahidin Pangkep telah membebaskan tanah wakaf seluas 7600 m² dan terus dikembangkan yaitu tahun 2003 telah dibebaskan tanah wakaf seluas 6100 m² hingga kini telah mencapai ±13.700 m² dengan status TANAH WAKAF. Selanjutnya pada tahun 1995 didirikan Madrasah Aliyah dan diresmikannya Pondok Pesantren Mujahidin Pangkep secara terbuka.

Seiring waktu pasang surut Pondok Pesantren Mujahidin Pangkep, mengalami masa-masa kejayaan yaitu tahun 1998 hingga tahun 2006 berbagai prestasi diraih hingga menjadi salah satu lembaga pendidikan yang disegani dan diperhitungkan di Sulawesi Selatan. Puncaknya tahun 2004, ketika banyak santri yang tampil di panggung prestasi tingkat propinsi dan nasional, antara lain MTQ, Kepramukaan, dan keterampilan berbahasa asing yaitu Arab dan Inggris. Lalu sampailah ia pada masa surut dimulai tahun 2008 hingga tahun 2014 dimana ia tak lagi mampu bersaing dengan lembaga pendidikan milik pemerintah yang saat itu mulai mencanangkan pendidikan gratis.

Maka pada tahun 2015, tepatnya 20 Maret 2015 Pondok Pesantren Mujahidin selanjutnya bertransformasi menjadi PESANTREN WISATA AL-QUR’AN (PWQ) PALAMPANG dengan menunjuk dan mengamanahkan program kegiatannya dikelola secara professional oleh tenaga-tenaga menejmen rekrutan dari berbagai lembaga pendidikan ternama dari penjuru nusantara, mengadopsi sekolah-sekolah berasrama bertaraf internasional dari penjuru dunia dengan system WAQAF PRODUKTIF mengedepankan kualitas pembelajaran guna pembentukan karakter dan akhlaq yang mulia serta kecerdasan intelektual yang bertanggungjawab.

2015 PWQ Palampang All Right Reserved | Design By NASHA DOT COM